mengenalmu menjadi suatu syukur tersendiri, bukan ttg cinta baru saat itu, tapi ttg aku menjadi org yg berusaha lebih baik setiap harinya.
memahamimu pun berupa syukur dalam bentuk lain, sambil mengerti hakikatmu aku belajar ttg substansi cinta itu lebih dari sekedar hati. bahwa ego dan emosi berbenturan dgn kita, bahwa ada yg prioritas, itu pasti.
menjadikanmu imam adalah suatu titik berbeda dimana aku mantapkan hati menjadikanmu masa depanku, memasukkan namamu dlm satu dari sekian byk mimpi yg bukan lagi aku tapi kita, menjadikanmu rumah bukan lagi ruang singgah, menjadikan lebur keakuanku, menjadikan tanganmu apa yg aku singgungkan ke dahi usai solat, menjadikan hatimu apa yg aku yakini di luar cemburu dan pikiran buruk.
meyakinimu tidak akan lebih dari keyakinanku pada penciptaku, tapi meyakini diriku untuk hanya kamu yang aku lihat, membuatmu yakin akan aku bahwa tak ada lelaki lain yang akan melebihkan keberadaanmu, selain ayahku, lelaki yang paling kupuja.
kamu tahu? aku tidak cakap dalam melafalkan hatiku dgn sikap, atau sekedar meyakinimu ttg hatiku yg tdk berubah tahunan ini. aku buruk dalam menahan marah bahwa kamu terlalu berharga untuk menjadi lampiasanku. aku pun blm mahir menjadi wanita pendampingmu, mendengar dgn baik apa yg tidak kamu katakan, diam ketika kamu butuh utk sekedar pelepas penat, atau bicara saat kamu butuh aku membuaimu dgn cerita2 bodohku.
aku menyayangi kita, menyangi kamu, menyayangi aku ketika bersama kamu, menyayangi masa lalumu, menyangi gelapmu, menyayangi cemburumu, menyayangi hatimu, menyayangi semua yg ada kaitannya denganmu, menyayangi semua yang kamu sayangi, menyayangi masa depanku yang ada kamu, menyayangi pencipta kita yang semoga benar adanya menjadikanmu apa yang kusebut awal dan apa yang mereka sebut akhir.
dan bila waktunya nanti, berapapun tahun lagi, semoga hatiku masih sama dgn apa yg kini ku tulis, atau bahkan lebih baik. begitu juga kamu.
030312y
mengenalmu menjadi suatu syukur tersendiri, bukan ttg cinta baru saat itu, tapi ttg aku menjadi org yg berusaha lebih baik setiap harinya.
memahamimu pun berupa syukur dalam bentuk lain, sambil mengerti hakikatmu aku belajar ttg substansi cinta itu lebih dari sekedar hati. bahwa ego dan emosi berbenturan dgn kita, bahwa ada yg prioritas, itu pasti.
menjadikanmu imam adalah suatu titik berbeda dimana aku mantapkan hati menjadikanmu masa depanku, memasukkan namamu dlm satu dari sekian byk mimpi yg bukan lagi aku tapi kita, menjadikanmu rumah bukan lagi ruang singgah, menjadikan lebur keakuanku, menjadikan tanganmu apa yg aku singgungkan ke dahi usai solat, menjadikan hatimu apa yg aku yakini di luar cemburu dan pikiran buruk.
meyakinimu tidak akan lebih dari keyakinanku pada penciptaku, tapi meyakini diriku untuk hanya kamu yang aku lihat, membuatmu yakin akan aku bahwa tak ada lelaki lain yang akan melebihkan keberadaanmu, selain ayahku, lelaki yang paling kupuja.
kamu tahu? aku tidak cakap dalam melafalkan hatiku dgn sikap, atau sekedar meyakinimu ttg hatiku yg tdk berubah tahunan ini. aku buruk dalam menahan marah bahwa kamu terlalu berharga untuk menjadi lampiasanku. aku pun blm mahir menjadi wanita pendampingmu, mendengar dgn baik apa yg tidak kamu katakan, diam ketika kamu butuh utk sekedar pelepas penat, atau bicara saat kamu butuh aku membuaimu dgn cerita2 bodohku.
aku menyayangi kita, menyangi kamu, menyayangi aku ketika bersama kamu, menyayangi masa lalumu, menyangi gelapmu, menyayangi cemburumu, menyayangi hatimu, menyayangi semua yg ada kaitannya denganmu, menyayangi semua yang kamu sayangi, menyayangi masa depanku yang ada kamu, menyayangi pencipta kita yang semoga benar adanya menjadikanmu apa yang kusebut awal dan apa yang mereka sebut akhir.
dan bila waktunya nanti, berapapun tahun lagi, semoga hatiku masih sama dgn apa yg kini ku tulis, atau bahkan lebih baik. begitu juga kamu.
030312

illusion : like sit on chair :D

looks like a real one!


dive in town


amazing!

cool. stand on the flying ball —a